BLOGs

Transplantasi Terumbu Karang (Bagian 1)

Transplantasi Terumbu Karang (Bagian 1)

Pelaksanaan pembangunan infrastruktur harus direncanakan dengan matang dengan memperhatikan aspek-aspek penting, diantaranya adalah lingkungan hidup. Salah satu hal yang kami tangani adalah rehabilitasi lingkungan atas dampak pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pengerukan saluran air pendingin, pembangunan dermaga dan dermaga sementara terlanjur dilakukan tanpa memperhatikan rona awal adanya terumbu karang. Akibatnya terumbu karang mengalami kerusakan. Rehabilitasi yang dilakukan adalah transplantasi terumbu karang pada lokasi sekitar kegiatan yang tetap aman, dan masih memiliki kepadatan terumbu karang yang rendah. Pada umumnya jika pembangunan terpaksa dilakukan pada area yang ditumbuhi terumbu karang, maka terlebih dahulu dilakukan pemindahan terumbu karang ke lokasi sekitar yang sesuai dengan habitatnya. 

Untuk kegiatan transplantasi ini, kami ditunjuk sebagai pelaksana. Kami bekerja sama dengan nelayan dan warga setempat, dengan koordinasi aparat desa dan kelompok nelayan. Secara teknis kami juga didukung oleh perguruan tinggi negeri setempat yang memiliki program studi biologi dan memiliki penyelam profesional, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan aman sesuai dengan prinsip ilmiah.

Ditinjau dari aspek konservasi, karang yang ditransplantasikan diprioritaskan pada jenis karang yang mempunyai laju pertumbuhan yang relatif cepat dan kelangsungan hidup yang tinggi serta secara teknis mudah ditransplantasikan.Karang bercabang banyak dipakai sebagai bibit transplantasi. Karang bercabang genus Acropora merupakan salah satu jenis karang yang paling cepat tumbuh (mencapai 20 cm/tahun) dan seringkali merupakan jenis karang utama yang menyusun dan menjadi pionir di terumbu karang Asia-Pasifik. Kecepatan pertumbuhan karang bercabang jauh lebih cepat daripada jenis karang masif dan submasif yang hanya tumbuh sekitar 1 cm/tahun. Disamping faktor spesies, kecepatan tumbuh karang juga ditentukan oleh kondisi lingkungan hidup mereka, seperti faktor cahaya, temperatur, kekeruhan, dan kedalaman air.

Pada saat transplantasi, fragmen karang dijaga agar tidak berada tepat di atas dasar laut untuk meminimalkankemungkinan karang tertutup oleh butiran pasir dan silt. Penempatan substrat dan fragmen karang pada tempat yang dangkal akan menyediakan cukup sinar matahari bagi fotosintesis zooxanthellae dalam karang sehingga dapat mempercepat pertumbuhan fragmen karang. 

Keberhasilan transplantasi karang antara lain ditentukan oleh ukuran fragmen karang transplan. Semakin besar fragmen yang ditransplantasikan berarti semakin luas area permukaan dan jaringan hidup per unit panjang fragmen. Fragmen dengan area permukaan luas memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menangkap makanan dan melakukan fotosintesis daripada fragmen karang dengan area permukaan yang lebih sempit.

Bersambung .....


2020-03-30 07:11:57

Daftar Blogs

Pengurusan Perizinan Terpadu untuk Mencegah Pemborosan Biaya

Kebutuhan pemrakarsa project properti pada umumnya berubah dengan cepat, seiring dengan cepatnya perubahan market properti di Surabaya. Bagi pemrakarsa yang telah memiliki lahan, maka tinggal memaksimalkan penggunaan lahan sesuai dengan

Build Back Better Central Sulawesi

Bencana gempa dan tsunami yang terjadi September 2018 lalu telah menghancurkan sejumlah fasilitas dan infrastuktur publik di Sulawesi Tengah. Kerusakan yang cukup besar terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan

Transplantasi Terumbu Karang (Bagian 2)

Pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan, pembuatan balok beton, penempatan balok beton, transplantasi dan pemantauan awal dilakukan dalam jangka waktu sepuluh bulan. Tetapi nelayan dan warga setempat yang dilibatkan dalam kegiatan

Transplantasi Terumbu Karang (Bagian 1)

Pelaksanaan pembangunan infrastruktur harus direncanakan dengan matang dengan memperhatikan aspek-aspek penting, diantaranya adalah lingkungan hidup. Salah satu hal yang kami tangani adalah rehabilitasi lingkungan atas dampak pembangunan pembangkit listrik tenaga

Solusi dalam Pengelolaan Limbah B3

Pengelolaan limbah B3 pada saat ini menjadi masalah besar di Indonesia. Hal ini disebabkan karena terbatasnya sarana pengelolaan limbah B3, sehingga limbah B3 yang dihasilkan banyak yang tidak bisa tertangani.

Pemilihan KBLI Harus Sesuai dengan Tujuan Perusahaan

Perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) didirikan dengan maksud dan tujuan tertentu. Di dalam Akta Pendirian Perusahaan tercantum jenis usaha yang dilakukan, dimana jenis usaha ini harus sesuai dengan klasifikasi yang

Showing 1-6 of 6 items.

PT Citra Melati Alam Prima

Alamat

Contacts

Email: marketing@primax.co.id
Phone: +62 822 30 30 4000
Jam Kerja: 8am-5pm